|
Written by Web Master
|
|
Saturday, 12 June 2004 |
|
Selamat Datang… Sehat itu mahal….setujukah anda??…. Ya kesehatan itu memang sangat mahal harganya. Untuk itu memang sudah sepatutnya kita wajib menjaga kesehatan tubuh sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit yang bisa membahayakan, dan menganggu aktivitas kita. Jika sudah terkena resiko terhadap kesehatan maka tidak terhitung berapa banyak waktu, dan biaya dan tenaga yang terbuang untuk mencapai kesembuhan. Namun seiring waktu, bertambah usia dan juga tingginya polusi ibu kota dan pola hidup yang semakin tidak teratur dengan kebutuhan olah raga dan istirahat yang tidak cukup, termasuk juga pola makan yang kini semakin instan, semua itu semakin meningkatkan RESIKO terhadap KESEHATAN. Menjadikan peluang seseorang untuk sakit sangatlah tinggi. Sementara biaya kesehatan atau pengobatan kini semakin mahal, khususnya biaya rumah sakit dan obat obatan. Untuk itulah kami yakin anda setuju bahwa asuransi kesehatan adalah merupakan kebutuhan asuransi yang paling utama sebelum anda memiliki program asuransi dan investasi yang lainnya. Karena kesehatan adalah modal dasar anda untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan ini. Pada umumnya, produk Kesehatan terdiri atas Asuransi Kesehatan dan Santunan Kesehatan. Kedua produk tersebut memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Asuransi Kesehatan akan memberikan penggantian berdasarkan kwitansi tagihan biaya medis yang sesuai dengan plan manfaat polis asuransi kesehatannya. Produk ini bisa dilakukan Cross Benefit, yaitu melakukan klaim kepada lebih dari satu perusahaan asuransi terhadap selisihnya dengan copy berkas yang telah dilegalisir oleh asuransi sebelumnya. Sedangkan Santunan Kesehatan akan memberikan penggantian sesuai besarnya kontrak yang direncanakan per setiap hari rawat inapnya. Produk ini bisa dilakukan Double Benefit, yaitu melakukan double klaim kepada lebih dari satu perusahaan asuransi terhadap manfaat masing masing secara utuh. Hal ini juga merupakan santunan terhadap pengganti income yang hilang per hari akibat Resiko rawat inap. |
|
Last Updated ( Tuesday, 23 June 2009 )
|